Kamis, 15 Desember 2016

Manfaat Alami Jeruk Nipis

Rasanya tidak ada habisnya jika kita membahas tentang manfaat dari jeruk nipis. Yapp,, buah kecil berwarna hijau ini memang banyak sekali manfaatnya baik untuk kesehatan maupun untuk kecantikan. Selain itu, buah ini juga mudah di dapatkan dan harganya sangat terjangkau.



Berikut adalah beberapa manfaat dari si Jeruk Nipis :
·        Meningkatkan kemampuan imun
·        Menyeimbangkan pH Balance tubuh
·        Memperbaiki kesalahan saluran cerna
·        Melarutkan asam urat
·        Mengobati masalah lambung seperti maag
·        Meningkatkan daya penglihatan
·        Mencegah kanker leukimia, lambung, dan usus besar
·        Membunuh cacing dalam usus
·        Membunuh bakteri
·        Menguatkan pembuluh darah
·        Membantu pengobatan hipertensi
·        Menyehatkan ginjal
·        Menurunkan berat badan
·        Cocok dikonsumsi oleh ibu hamil
·        Mengobati batuk
·        Meredakan infeksi pada tenggorokan
·        Menurunkan panas demam akibat malaria
·        Mengencerkan dahak di tenggorokan
·        Mengobati sakit gigi
·        Mengobati amandel secara alami
·        Mengobati bagian tubuh yang terkilir
·        Mengatasi bau badan
·        Mengobati gangguan otak
·        Mengatasi menstruasi yang tidak teratur
·        Mengurangi rasa capek atau letih pada beberapa titik tubuh
·        Mengembalikan kebugaran tubuh
·        Merelaksasi otot yang tegang
·        Mencegah penyakit jantung
·        Menyembuhkan infeksi pada sistem kemih
·        Mengobati ambeien
·        Mengobati anyang-anyangan
·        Mengontrol kadar gula darah
·        Mengurangi jumlah produksi keringat
·        Mengobati jerawat dan memudarkan bekasnya
·        Mengencangkan dan mencerahkan kulit wajah
·        Membuat kulit tampak awet muda
·        Mengatasi kerontokan rambut
·        Melebatkan rambut
·        Menghilangkan ketombe

Dari beberapa manfaat tersebut saya akan menjelaskan beberapa cara menggunakan jeruk nipis, antara lain :

1.    Mengobati jerawat
Caranya cukup dengan mengoleskan air perasan jeruk nipis pada jerawat kemudian diamkan selama 30 menit, setelah itu bilas wajah dengan air. Terapkan secara rutin untuk mendapatkan hasil maksimal. Itu adalah salah satu manfaat jeruk nipis untuk wajah, namun masih banyak manfaat lainnya.

2.   Mengobati batuk
Langkah pertama peras 1 buah jeruk nipis dan ambil airnya. Setelah itu campurkan air perasan tersebut dengan 1 sendok madu dan sedikit garam. Aduk hingga tercampur rata kemudian konsumsi 2-3 kali sehari.

3.   Mengobati radang tenggorokan
Ambil setengah buah jeruk nipis lalu peras dan ambil airnya. Campurkan air perasan tersebut dengan setengah gelas air hangat dan minumlah. Cara ini dapat anda terapkan 2-3 kali dalam sehari.

4.   Menghilangkan lendir di tenggorokan
Potonglah 2 jeruk nipis dan peras untuk mengambil airnya. Setelah itu campurkan air perasan jeruk nipis tersebut dengan sedikit garam. Aduk hingga rata lalu minum campuran tersebut.


Yapp,, sekian tentang manfaat jeruk nipis, semoga bermanfaat bagi anda semua. Keep Healthy ^^
Selasa, 15 November 2016

(Resensi Buku) Fantastic Beasts & Where to Find Them - JK Rowling


Judul                 : Fantastic Beasts & Where to Find Them
(Hewan-Hewan Sihir dan Di Mana Mereka Bisa Ditemukan)
Penulis               : JK Rowling
Penerbit            : Gramedia Pustaka Utama
Tebal Buku        : 88 Halaman
Rating               : 4 dari 5

Haloo,,,, kembali berbicara tentang buku yang akan di film kan. Pasti gak asing dong dengan karya JK Rowling. Yap,, Fantastic Beasts and Where to Find Them serial pertama ini akan ditayangkan pada 18 November 2016. Pasti udah tahu kan kalau film ini dibintangi oleh aktor pemenang Oscar Eddie Redmayne yang berperan sebagai Newton “Newt” Scamander dan skenarionya ditulis langsung oleh JK Rowling. Gak kalah kerennya, Sutradara yang menggarap film ini adalah David Yates, yang juga sudah men-sutradarai empat film Harry Potter. Lohh,, Kok jadi bahas film?

Okay,, yang akan aku bahas disini bukan film nya karena ini review buku (hehehe...). Tentang buku Fantastic Beasts and Where to Find Them adalah buku wajib yang harus dimiliki siswa Hogwarts. Yang dibaca oleh kita “kaum Muggle” adalah buku milik Harry Potter (juga milik Ron Weasley sebab bukunya sendiri sudah sobek-sobek). Sebuah buku pelajaran sekolah tentang hewan-hewan fantastis dan di mana mereka bisa ditemukan karangan Newt Scamander, dan merupakan edisi istimewa dengan kata pengantar oleh Albus Dumbledore.

Newton "NEWT" Scamander sendiri lahir pada tahun 1897, alumni Hufflepuff, yang memiliki ketertarikan yang sangat besar terhadap hewan-hewan sihir. Ia mendapat minat pada hewan-hewan fantastis itu dari ibunya yang seorang peternak Hippogriff hias. Setelah lulus dari Hogwarts, Newt Scamander bekerja di Kementrian Sihir di Departemen Pengaturan dan Pengawasan Makhluk Gaib. 

Untuk keperluan riset terhadap hewan-hewan sihir fantastis, Newt Scamander mengumpulkan informasi hingga mendatangi banyak tempat untuk menyusun bukunya yang ini.

Sebagai pengantar, Albus Dumbledore menyampaikan bahwa buku karangan Newt Scamander ini telah menjadi buku pelajaran resmi di Sekolah Sihir Hogwarts sejak penerbitan pertamanya. Rumah-rumah para penyihir tidak lengkap tanpa kehadiran buku ini, karena di dalamnya terdapat cara terbaik untuk membersihkan hamparan Horklump, mengartikan tangisan sedih Augurey, atau menyembuhkan Puffskein yang sakit akibat minum dari toilet.
Scamander menceritakan dalam pendahuluan buku ini, bahwa dirinya melakukan perjalanan dan riset bertahun-tahun untuk membuat bukunya. Ia bertemu dengan penyihir berusia tujuh tahun yang menghabiskan waktu berjam-jam di kamar tidurnya memotong-motong Horklump. Ia juga bercerita tentang perjalanan dari hutan paling gelap ke gurun pasir paling terang, dari puncak gunung ke rawa berlumur yang ketika dewasa melacak hewan-hewan yang akan digambarkan di buku ini. Ia mengunjungi berbagai sarang, liang, dan lubang di lima benua, mengamati kebiasaan-kebiasaan aneh hewan-hewan fantastis di seratus negara, menyaksikan kekuatan mereka, memperoleh kepercayaan mereka, dan kadang menghalam mereka dengan ketel perjalanan miliknya.

Saat edisi pertama buku ini keluar, Scamander hanyalah pegawai rendahan di Kementrian Sihir dengan pendapatan dua Sickle per minggu. Namun setelah bukunya laris manis hingga mengalami cetak ulang 52 kali, kehidupannya menjadi jauh lebih baik.

Di pendahuluan ini, Newt Scamander akan menjelaskan pertanyaan yang paling sering diajukan kepadanya; “apa itu Hewan?”
Kalau kata Harry Potter: makhluk besar berbulu yang kakinya banyak, ah tapi jangan dipercaya kalimat itu. Mari kita dengarkan saja apa pendapat Scamander tentang hewan yang dikutipnya dari penjelasan beberapa Menteri Sihir. Ia menjelaskannya dengan mempertimbangkan tiga jenis makhluk gaib: Werewolf atau Manusia Serigala yang adalah manusia namun berubah menjadi hewan buas berkaki empat dengan naluri membunuh, Centaurus yang kebiasaan dan kehidupannya berbeda dari manusia, Troll yang berpenampilan mirip manusia tapi tidak punya kemampuan sihir dan mereka kurang pintar alias bodoh.

Penggolongan "Makhluk" dan "hewan" dalam komunitas sihir telah dilakukan sejak berabad-abad yang lalu. "Makhluk" sendiri adalah makhluk yang layak memperoleh hak-hak hukum dan hak bersuara dalam pemerintahan dunia sihir, sedangkan "hewan" tetap digolongkan sebagai hewan.

Burdock Muldoon, Ketua Dewan Penyihir abad keempat belas mengatakan bahwa makhluk dua kaki akan dianugerahi status "Makhluk", selebihnya digolongkan sebagai "hewan". Ternyata penggolongan ini menuai kejadian yang membuat Muldoon bersumpah menolak upaya apa pun untuk memasukkan para anggota masyarakat sihir yang bukan-penyihir ke Dewan Penyihir karena para makhluk dua kaki mengacaukan pertemuan Dewan Penyihir.

Madame Elfrida Clagg memberi arti baru pada "Makhluk", yakni mereka yang bisa berbicara dengan bahasa manusia. Akan tetapi timbul masalah baru ketika para Troll yang telah diajari bahasa manusia oleh para Goblin datang dan mulai menghancurkan aula. Jarvey mencakar sebanyak mungkin pergelangan kaki dan Hantu menghadiri pertemuan.

Barulah pada tahun 1811 Grogon Stump mengumumkan bahwa "Makhluk" adalah "makhluk apa pun yang memiliki cukup inteligensi untuk memahami hukum-hukum masyarakat sihir dan ikut bertanggung jawab dalam membentuk hukum-hukum tersebut.

Muggle tidak selamanya tidak menyadari keberadaan makhluk gaib besar yang sulit disembunyikan. Makhluk yang ada dalam khayalan Muggle selama berabad-abad seperti Naga, Griffin, Unicorn, Phoenix, Centaurus, adalah nyata. Yang menjadi keprihatinan adalah nasib para hewan menakjubkan tersebut yang harus disembunyikan dari Muggle dan harus diyakinkan bahwa sihir itu tidak ada. Hasil konferensi menyatakan bahwa dua puluh tujuh spesies dari Naga sampai Bundimun harus disembunyikan dari pandangan Muggle. Itu juga dilakukan untuk menghindari kecelakaan fatal akibat keberadaan hewan sihir tersebut. Dalam hal ini Kementerian sihir sudah  membuat aturan untuk menangani cara pemeliharaan hewan sihir tersebut seperti dengan: 1) Membuat habitat yang aman, 2) Pengawasan terhadap penjualan dan pembiakan, ) Mantra ilusi, 4) Jampi memori, 5) Pemberdayaan Kantor Salah Informasi.

Lalu muncul sebuah pertanyaan: mengapa sebagai komunitas sihir harus terus berusaha melindungi dan menyembunyikan hewan-hewan sihir, meskipun mereka buas dan tak dapat dijinakkan? Jawabannya adalah, tentu saja: untuk memastikan generasi penyihir masa depan bisa menikmati kecantikan dan kekuatan mereka yang langka sebagaimana kita sekarang memiliki hak istimewa tersebut.

Departemen Pengaturan dan Pengawasan Makhluk Gaib memberi klasifikasi pada semua hewan, Makhluk, dan hantu yang telah dikenal:
·                     XXXXX : Dikenal sebagai pembunuh penyihir/mustahil dilatih atau dijinakkan
·                     XXXX : Berbahaya/butuh penetahuan khusus dan penanganan ahli
·                     XXX : Penyihir yang cakap mampu menangani
·                     XX : Tidak berbahaya
·                     X : Bikin bosan
Ketika membaca buku ini, JK Rowling membuat kita hanyut dalam dunia sihir selayaknya saat kita membaca serial Harry Potter. Meskipun begitu aku memberi nilai 4, kenapa? Silahkan baca sendiri J.  
Kita pasti penasaran apakah film nya sebagus novelnya? Ataukan malah lebih bagus lagi? Karenanya baca dulu novel sebelum menonton filmnya guys,,

Happy Reading^^




Senin, 14 November 2016

(Resensi Buku) Melbourne : Rewind - Winna Efendi

Judul                    : Melbourne: Rewind
Penulis                  : Winna Efendi
Penerbit                 : Gagas Media
Terbit                   :  2013
Tebal                    : 328 halaman
Rate                     : 4 / 5
Kalian pasti tahu kalo tanggal 19 november 2016 nanti film “Melbourne : Rewind” akan tayang di bioskop. Film yang di bintangi oleh Morgan Oey dan Pamela Bowie ini merupakan adaptasi dari novel yang berjudul sama karya Kak Winna Efendi. Tapi aku nggak akan membahas tentang filmnya, aku akan membahas tentang novelnya (yaiyalah,, inikan resensi novel).
Jika kalian suka membaca novel sambil membaca buku, Melbourne : Rewind ini adalah solusi yang tepat. Di lembar awal, kalian akan menemukan track list lagu yang dibagi menjadi empat bab—rewind, pause, play, fast forward—masing-masing bab itu memiliki empat lagu yang menggambarkan setiap cerita yang terjadi di dalam cerita. Aku sangat menyarankan kalian buat men-download lagu-lagunya, karena semua keren banget.
Tema dari cerita ini sebenarnya simple, yaitu CLBK (Cinta Lama Belum Kelar). Cuman Kak Winna mengemasnya dengan sangat cantik dengan melibatkan perasaan para tokoh utama dalam cerita ini.
Si cewek bernama Laura dan si cowok bernama Max. Mereka dulu pacaran saat kuliah di Melbourne, Laura di jurusan perbankan dan Max jurusan yang ngurusin soal cahaya—karena cowok ini rupanya terobesesi sekali dengan cahaya. Ketemuan awalnya saat si Max ngambil walkman-nya Laura di tempat barang hilang karena ngira kalau walkman itu gak ada yang punya. Lalu, gitu deh, mereka kenalan ngerasa cocok satu sama lain dan akhirnya pacaran.
Mereka pacaran dengan cara yang berbeda, mereka pacaran karena masing-masing dari mereka telah terbiasa satu sama lain dan tahu luar dalam. Salah satunya selalu menghabiskan waktu di sebuah café  yang bernama Prudence. Di tempat ini pertama kali mereka berkencan dan mulai merasakan getar-getar cinta (wetseh!).Tapi akung, mereka pacaran gak lama, mereka harus putus ketika salah satu pihak memiliki mimpi yang sangat besar.
Mereka akhirnya ketemu lagi beberapa tahun kemudian, si Laura sudah jadi penyiar radio midnight dan si Max jadi penata cahaya atau lighting di konser-konser. Mereka ketemu tanpa saling adu argumen, justru mereka bertemu dan menjalani hari-hari yang sama seperti yang mereka jalani saat pacaran dulu. Mereka merasa tak punya beban karena mereka gak pacaran lagi. Mereka nyaman menjadi teman saja.
Yeah, itu sih yang mereka harapkan, tapi ujung-ujungnya ya sudah dapat dipastikan kalau mereka punya rasa lagi (if you know what I mean lah). Konflik lainnya adalah saat Laura berkenalan dengan evan yang merupakan pacar Cee, sahabatnya. Evan ternyata adalah pendengar rutin siaran radionya dan memiliki selera musik yang sama persis dengan Laura. Laura benar-benar merasa menemukan orang yang cocok dan tiba-tiba aku benih-benih cinta tumbuh di hatinya; sejenak melupakan kehadiran Max yang selalu ada untuknya. Tapi menurutku konflik ini sih cuman sekedar pemicu klimaks ketika Max akhirnya bilang kalau dia… Uhuk, apa ya? Cek sendiri ya di bukunya! Hahaha.
Poin plus dari buku ini sudah jelas konsepnya sepert track list lagu itu. Sooooo, genius! Baru pertama kali beli buku yang menghadirkan lagu sebagi soundtrack setiap cerita. Love. Terus, penggunaan sudut pandang orang pertama yang dibagi dua antara Max dan Laura juga keren, dapet banget feel-nya. Memang cocok untuk menceritakan novel dengan konflik seperti ini karena kita perlu tahu perasaan masing-masing individu utamanya. Terakhir, soal latarnya, meski hanya berkisar tentang musik, aku sangat menikmati penggambarannya yang bagus. Festival musik, bioskop di atas atap, dll. Nice to know ada hal-hal seperti itu di Melbourne. Makasih Kak Winna!
Sebenarnya dari semua kelebihan itu, aku mau kasih bintang 4,5. Tapi kenapa turun jadi 4? Hambatan awal aku membaca Melbourne adalah penggunaan kata ganti “gue” oleh Max. Karena PoV orang pertama, aku musti bersabar menunggu waktu, kapan Max akan dikenalkan dengan tuntas. Apakah dia asli orang Australia atau orang Indonesia. Syukurlah, dia orang Indonesia (yaiyalah, mana ada bule Aussie pake lo-gue, kan?). Aku trauma membaca terjemahan serial High School Musical (iyaa..buku dari serial TV yang memopulerkan Zac Efron dan Vanessa Hudgens itu...) yang menggunakan kata ganti “elo-gue” di bukunya. Plisssss, itu nggak cocok. Karakter luar negeri, biarkan saja sebagaimana seharusnya. Nggak usah dipaksa-paksa kayak orang sini.
Yap, jadi minus satu bintang untuk alasan itu. Aku nggak mau bicara ending karena takut jadi spoiler. Well, Buku ini sangat cocok untuk kalian yang suka dengar-dengar lagu lawas atau suka mendengarkan musik sembari membaca. Ada kesan dan perasaan tersendiri yang akan kalian dapatkan dari buku ini.
Happy Reading^^